Read more »
Toxic II
Meja ini dinamakan Toxic II, pengembangnya adalah Oliver Haddon yang berasal dari Universitas Buckinghamshire di Inggris. Desain ini dikembangkan dengan mempelajari pola bunga, dalam bunga tersebut, ia mengamati pola-pola geometris, kemudian....
Tugas Besar SKU II
SKU merupakan singkatan dari Struktur Konstruksi dan Utilitas, kalo jaman bos saya, Mata Kuliah Struktur, Konstruksi dengan Utilitas dipisah, namun sekarang di jadikan 1, makanya Mahasiswa Arsitek UNPAR jaman sekarang terutama angkatan 07 kebawah....
Bamboo Cafetaria
Vo Trong Nghia adalah seorang arsitek Vietnam yang membangun sebuah kafetaria berkubah bamboo yang dijuluki Kafe air dan Angin (watter and wind café). Arsitek yang membangun Kafe tersebut mempelajari ilmu arsitekturnya di Jepang, tetapi dia berasal dari sebuah desa kecil di Vietnam tengah, sehingga faktor inilah yang membuat proyek-proyeknya menjadi sebuah arsitektur yang unik.
Estadio Minicipal de Braga
Estadio Minicipal de Braga adalah stadion sepakbola di kota Braga, Portugal, memiliki kapasitas 30,154 penonton (all-seated). Dibangun pada tahun 2003 dan sekarang sebagai markas dari klub kota tersebut Sporting Clube de Braga. Arsitek stadion ini sendiri merupakan orang Portugal bernama Eduardo Souto de Moura.
Menghilangkan label PRODUCED BY AN AUTODESK EDUCATIONAL PRODUCT
Saya jadi teringat waktu saya masih duduk di STM/SMK, waktu itu kelas 3 saya di suruh guru saya untuk menggambarnya proyek beliau (kesannya saya jadi jongos orang), namanya juga guru ya mau ga mau mesti dituruti walaupun ujung-ujungnya saya dikasi uang juga...
Minggu, 10 Juli 2011
Selasa, 15 Februari 2011
The EcoARK, Bangunan Botol Plastik di Taiwan.
Sabtu, 29 Januari 2011
Pulau Saadiyat
Minggu, 23 Januari 2011
Estadio Minicipal de Braga
![]() |
| Eduardo Souto de Moura |
Jumat, 21 Januari 2011
Kalimantan Tempo Dulu
Kamis, 20 Januari 2011
Bamboo Cafetaria
Keunikan lainnya yang ditampilkan pada kafe ini adalah kafe ini terlihat seperti bangunan tradisional Vietnam. Setiap bagian yang digunakan untuk konstruksinya dibuat dengan menggunakan teknik tenun tradisional dan tanpa menggunakan paku besi. Metode konstruksi yang digunakan ini menunjukkan bahwa bamboo merupakan material alami yang sangat kuat. Bambu tumbuh dengan cepat dan akan menjadi bahan berkelanjutan yang dominan. Pada bagian atas dibuat bukaan sehingga menciptakan cahaya yang cukup untuk interior bangunan.

Kalo dilihat sekilas, bangunan ini mirip dengan rumah adat Papua yaitu Honai.
Sumber : worldinteriordesignnetwork.com
Sabtu, 28 Agustus 2010
PRODUCED BY AN AUTODESK EDUCATIONAL PRODUCT
Pertama, pada saat anda meinstall AutoCAD, anda memilih lisensi EDUCATION, sehingga tulisan "PRODUCED BY AN AUTODESK EDUCATIONAL PRODUCT" akan muncul terus saat anda ngeprint gambar/file autoCAD anda.
Kedua, software AutoCAD yang anda pergunakan sebelumnya tidak mengeluarkan tulisan "PRODUCED BY AN AUTODESK EDUCATIONAL PRODUCT", jadi yang menjadi masalah ialah file yang anda pergunakan, file autoCAD itu kemungkinan besar dibuat di AutoCAD yang berlisensi EDUCATION
Ketiga, Software dan File autoCAD sebelumnya tidak mengeluarkan tulisan "PRODUCED BY AN AUTODESK EDUCATIONAL PRODUCT", kemungkinan besar anda ada copy/paste gambar dari file yang dibuat di AutoCAD yang berlisensi EDUCATION ke file yang akan anda pergunakan.
Solusi :
Permasalahan yang pertama, mau tidak mau anda mesti meinstal ulang AutoCAD anda, tapi jangan memilih AutoCAD yang berlisensi EDUCATION lagi.
Permasalahan yang kedua dan ketiga adalah tinggal mengubah format file ke .dxf dan kembalikan ke .dwg
Jika ada yang tidak tahu cara untuk mengubah format tersebut, bisa ikuti langkah-langkah dibawah ini :
(Catatan : Saya mempergunakan AutoCAD 2007, untuk AutoCAD di atas 2007 kemungkinan mempergunakan cara yang sama)
-01 Buka file yang mengalami masalah tersebut, kemudian save as (Ctrl+Shift+S) file tersebut.
-04 Close file (jangan menutup program, karena akan memakan waktu untuk membuka kembali program tersebut)
Minggu, 15 Agustus 2010
Tugas Besar Estetika Bentuk
di dalam Video ini merupakan terdapat Bentuk yang saya ciptakan untuk Mata Kuliah ini, untuk nilainya sendiri saya tidak tahu mendapatkan berapa, tp untuk nilai akhir Mata Kuliah ini, ya Alhamdullilah, memuaskan untuk diri saya sendiri :)...setidaknya tidak sia2 uang yang telah banyak keluar dan waktu yang telah banyak terbuang...hihi
Tugas ini sebenarnya ialah hanya membuat bentuk yang menarik buat dilihat, tentu saja memiliki Estetika dan menggunakan bahan dari apa saja dengan menggunakan material bekas seperti kayu, kaca, besi dan lain-lain.
Saya menciptakan Ide Bentuk tersebut dengan mengkhayal sambil membuat bentuk dengan bantuan AutoCAD 3d, sehingga jika ada perubahan ataupun ada bentuk yang tidak siip ya tinggal saya rubah melalui 3d tersebut (sebenarnya cara ini sedikit curang,
Btw, silahkan aja dilihat video animasi yang saya buat, animasi ini sangat sederhana dengan musik yang tak pas pula..ckckck, maklum masih tahap belajar menjelang TA yang masih jauh dimata
3d Modelling : AutoCAD 2006 + 3ds Max Design 2009
Render : 3ds Max Design 2009 with Vray SP4
Editing Video : Photoshop CS3 + Windows Movie Maker
Quality : Low
Maturnuwun dah singgah di blog saya...
Jumat, 13 Agustus 2010
Tugas Besar SKU II
Alat Pensil untuk menggaris lurus tanpa penggaris

Kamis, 12 Agustus 2010
Jembatan Kertas
Zona loading dan enforcements sudut terbuat dari potongan kertas yang di gulung-gulung dari 4 lembar tebal;
Makalah paku yang digunakan untuk pin semua total sendi sekitar 1,5 lembar;
Satu pak JB Weld lem (untuk semua sendi), digunakan sekitar 60%;
Sebuah empat kaleng lem super (untuk kuku kertas dan sentuhan akhir);
Salah satu liter lem wallpaper, digunakan sekitar 20% dari itu;
Secara total, itu berjumlah sekitar 90 lembar kertas, dengan berat 493 gram akhir.
anggota: Tobias + Daniel Mögele (B10, B6 TUM)
kekuatan jembatan kertas: G = 882 g
F = 1779 kg
F/G = 2017
Jembatan Kertas 2
anggota: Max Riedmiller,
Max Träger (BM3B)
kekuatan jembatan kertas: G = 455 g
F = 538 kg
F/G = 1182
Jembatan Kertas 3
anggota: Max Riedmiller,
Max Träger (BM3B)
kekuatan jembatan kertas: G = 455 g
F = 538 kg
F/G = 1182
Jembatan Kertas 4
anggota: Florian Eppler (MA 7)
kekuatan jembatan kertas: G = 630g
F = 639 kg
F/G = 1014
Jembatan Kertas 5
anggota: Jochen Schwenk (B9)
kekuatan jembatan kertas: G = 650 g
F = 645 kg
F/G = 992
Jembatan Kertas 6
anggota: Reinhard Konle (M9)
kekuatan jembatan kertas: G = 963 g
F = 844 kg
F/G = 876
Jembatan Kertas 7
anggota: Michael Bürle,
Michael Promberger (B9)
kekuatan jembatan kertas: G = 451 g
F = 394 kg
F/G = 873
Jembatan Kertas 8
anggota: Christoph Janitzki,
Henri Vogel,
Alex Balkow,
Florian Möckel (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 1425 g
F = 970 kg
F/G = 681
Jembatan Kertas 9
anggota: Daniel Köberle,
Johannes Lenk,
Christian Meiershofer (B5)
kekuatan jembatan kertas: G = 683 g
F = 420 kg
F/G = 615
Jembatan Kertas 10
anggota: Michael Endres,
Simaon Arzt,
Stephan Leis (B3)
kekuatan jembatan kertas: G = 1335 g
F = 701 kg
F/G = 525
Jembatan Kertas 11
anggota: René Langenmair,
Artur Bukowski,
Johannes Kaltner,
Hannes Schwarz (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 712 g
F = 299 kg
F/G = 420
Jembatan Kertas 12
.
anggota: Winfried Magg (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 699 g
F = 283 kg
F/G = 405
Jembatan Kertas 13
anggota: Denis Tikholaz (BM3B)
kekuatan jembatan kertas: G = 1175 g
F = 470 kg
F/G = 400
Jembatan Kertas 14
anggota: Dominik Stauss (A1)
kekuatan jembatan kertas: G = 1315 g
F = 466 kg
F/G = 354
Jembatan Kertas 15
anggota: Iris Krajewski,
Benjamin Bauer (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 1036 g
F = 310 kg
F/G = 299
Jembatan Kertas 16
anggota: Alexander Welsch,
Dominik Sönning (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 1018 g
F = 301 kg
F/G = 296
Jembatan Kertas 17
anggota: Johanna Ostermeyer,
Daniela Huber,
Christopher Specht,
Florian Spengler (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 509 g
F = 75 kg
F/G = 147
Jembatan Kertas 18
anggota: Kyrylo Keshyshev (BM3B)
kekuatan jembatan kertas: G = 1286 g
F = 173 kg
F/G = 135
Jembatan Kertas 19
anggota: Christoph Janitzki,
Henri Vogel,
Alex Balkow,
Florian Möckel (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 849 g
F = 110 kg
F/G = 130
Jembatan ertas 20
anggota: Sabrina Rottmair,
Laura Hotter,
Michaela Thamm (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 461 g
F = 44 kg
F/G = 95
jembatan kertas 21
anggota: René Langenmair,
Artur Bukowski,
Johannes Kaltner,
Hannes Schwarz (B1)
kekuatan jembatan kertas: G = 352 g
F = 27 kg
F/G = 77
jembatan kertas 22
anggota: Margit Arzberger,
Viktoria Ziegler,
Sofu Hüseyin,
Dominik Gebhard,
Peter Baumann
Projektarbeit B7
(außer Konkurrenz)
kekuatan jembatan kertas: G = 4178 g
F =1782 kg
F/G = 426
jembatan kertas 23
anggota: Margit Arzberger,
Viktoria Ziegler,
Sofu Hüseyin,
Dominik Gebhard,
Peter Baumann
Projektarbeit B7
(außer Konkurrenz)
kekuatan jembatan kertas: G = 6049 g
F = 1169 kg
F/G = 193
jembatan kertas 24
anggota: Regina Frank,
Kristina Wiebe,
Michael Stemmer,
Christian Henze,
Andreas Klein
Projektarbeit B7
(außer Konkurrenz)
kekuatan jembatan kertas: G = 7224 g
F = 3746 kg
F/G = 519
jembatan kertas 25
anggota: Regina Frank,
Kristina Wiebe,
Michael Stemmer,
Christian Henze,
Andreas Klein
Projektarbeit B7
(außer Konkurrenz)
kekuatan jembatan kertas: G = 5230 g
F =2651 kg
F/G = 507
Jumat, 16 Juli 2010
Accupuncto
Accupunto pertama kali mengikuti pameran yaitu tahun 2002 di Pameran Produksi Ekspor, Accupunto merupakan furniture dari buah pikir Leonard Theosabrata, dan bersama ayahnya Yos Theosabrata mereka membawa produk mereka bisa bersinar di dunia International, sudah berbagai kompentensi desain produk pernah diikuti, dan dalam penghargaan Red Dot di Jerman (Germany's Red Dot Design Award) Accupunto salah satu yang terpilih dari 339 penerima penghargaan Red Dot di tahun 2003, diantara 1.494 produk desain dari 28 negara.
Leonard Theosabrata merupakan salah satu juri di "Black Award", latar pendidikannya ialah Arts Centre College of Design Pasadena, Amerika Serikat. selain memenangkan Germany's Red Dot Design Award, juga memenangi Italy's Well tech Award (2006), dan produk furniturenya dipertunjukkan di Museum Science and Technology selama Milan Fair 2006....
Djarum Black Inovation Award, hmm semoga suatu saat saya bisa ikutan..amin..Dengan kreativitasnya, Accupuncto hadir sebagai produk yang nyaman sekaligus unik dan juga indah dilihat. Sang ayah Yos Theosabrata, yang juga merupakan Direktur Utama Accupunto, awalnya hanya bertujuan untuk membuat tempat duduk yang nyaman dan mampu menopang bentuk tubuh. Lalu sang anak Leonard Theosabrata, yang memiliki latar belakang produk desain, memilih kerangka dari metal untuk mengakomodasi dudukan dan sandaran yang dibuat dari tonjolan-tonjolan plastik.


Modern yang minimalis, tempak duduk Accupuncto yang memberikan kombinasi unik metode akupuntur dan dengan sukses mentransformasikannya menjadi sebuah produk furnitur yang selain enak diduduki, juga menunjang kesehatan. Pilihannya ada delapan desain produk yang dijual dengan kisaran harga antara Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta per buah.
Sumber :
rockczar.com
blackinnovationawards.com

































